Ticker

6/recent/ticker-posts

Apa saja taktik perilaku yang cerdik untuk mengalahkan kemalasan?

 www.mochferrydc.site

Apa saja taktik perilaku yang cerdik untuk mengalahkan kemalasan?


Sebuah penelitian oleh salah satu peneliti di Dale University menyatakan bahwa lebih dari 40% kegiatan yang kita jalani setiap harinya merupakan kebiasaan dan bukanlah sebuah keputusan.

Bayangkan jika 40% lebih kegiatan yang kita jalani adalah kebiasaan yang produktif yang bahkan kita tidak perlu membuat keputusan yang berat dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Kenapa sih kita punya kebiasaan?

Karena otak kita efisiensi, otak bawah sadar kita mengubah aksi dan perilaku (entah itu baik/buruk) menjadi kebiasaan biar ga kebanyakan mikir.

Setiap kamu mau sikat gigi ngolesin odol adalah hal yang otomatis kamu lakuin karena itu sudah menjadi kebiasaan. Emang kamu pernah mau sikat gigi tapi males ngolesin odol ngga kan?

Oleh karena itu habit sangat amat penting karena kamu dapat melakukan sesuatu dengan otomatis tanpa perlu berpikir panjang.

Kamu mau langsing? coba bikin habit olahraga

Kamu mau pinter? coba bikin habit baca buku

Mas tapi kan ngerubah habit itu ga gampang

Bukan ga gampang tapi mungkin kamu belum tau triknya.

Kamu bisa membuat habit baru dengan trik ini coba identifikasikan apa tanda, rutinitas, dan reward yang berkaitan dengan habit baru yang ingin kamu bentuk. Contoh :

Tanda : Mulut Bau - Rutinitas : Sikat gigi tiap mandi - Reward : Mulut wangi

Tanda : Alarm jam 5 - Rutinitas : Lari pagi 5 menit - Reward : Badan seger

Poin dalam membentuk habit adalah kamu bisa melakukanya setiap hari dengan mudah maka dari itu perkecil proses/rutinitasmu karena kita menginginkan target jangka panjang bedakan lomba sprint 100m dengan marathon 21km.

Dulu saya punya target workout 1 jam/hari tapi saya gagal kemudian saya turunkan prosesnya menjadi 5 menit/hari dan berhasil.

Bahkan saya sering sekali melebihi target harian saya dan ini saya lakukan setiap hari.

Kesimpulan

  1. Tentukan habit apa yang ingin kamu bentuk
  2. Cari tanda, rutinitas, dan reward yang spesifik
  3. Jangan beratkan dirimu sendiri. Buat target semudah mungkin karena ini tujuan jangka panjang bukan lomba sprint 100m
  4. Never miss twice. Jika kamu "bolong" dua kali dalam menjalani hal itu berarti prosesmu masih terlalu berat coba turunkan, seperti membaca 10 lembar menjadi buka buku. Semakin mudah kamu lakukan kamu akan rutin melakukannya dan melampaui targetmu
  5. Sadari kemunduran bukan kegagalan. Apabila kamu kamu tidak menjalani habit itu kemarin tetaplah melangkah jangan menganggap dirimu gagal dan berhenti.

Semoga Bermanfaat!

Post a Comment

0 Comments